Rebeccakiriazes

Kumpulan berita internasional hari ini peristiwa kejadian, kriminal, hukum, berita unik, politik, dan liputan khusus

5 Syarat AS untuk Iran, Salah Satunya Serahkan 400 Kg Uranium

0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

TEHERAN – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah merilis lima poin persyaratan utama demi merealisasikan kesepakatan diplomatik dengan Iran. Di sisi lain, pihak Teheran dilaporkan tetap bersikukuh pada tuntutan awal yang telah mereka layangkan sebelumnya kepada pihak Washington. Guna menekan situasi, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras agar Iran segera menyepakati perjanjian tersebut, sembari menegaskan bahwa waktu yang mereka miliki kian menipis.

Kesepakatan ini dipertegas melalui pernyataan langsung Donald Trump di platform media sosialnya. “Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulisnya via akun Truth Social @realDonaldTrump, seraya menambahkan, “WAKTU SANGAT PENTING!”

Berdasarkan rilis dari kantor berita Iran, Fars, berikut adalah rincian lima tuntutan utama yang disodorkan oleh pihak Washington demi tercapainya konsensus dengan Teheran:

  1. Pembatasan operasional di mana Iran hanya diizinkan mengaktifkan satu fasilitas nuklir saja.

  2. Penolakan mutlak dari AS untuk memberikan kompensasi atau ganti rugi dalam bentuk apa pun kepada Iran.

  3. Kewajiban bagi Iran untuk menyerahkan 400 kilogram uranium yang diperkaya kepada Amerika Serikat.

  4. AS tidak akan mencairkan aset Iran yang dibekukan, bahkan untuk porsi 25% sekalipun.

  5. Gencatan senjata dan penghentian perang di seluruh lini sepenuhnya digantungkan pada hasil meja perundingan.

Di seberang meja, posisi tawar Iran dilaporkan tidak bergeser. Teheran tetap menuntut penghentian total pertempuran di semua front—termasuk wilayah Lebanon—pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset mereka yang disita, ganti rugi atas kerusakan akibat perang, serta pengakuan mutlak atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, laporan terpisah dari Ynet mengindikasikan situasi yang kurang menguntungkan; potensi agresi militer dari AS dan Israel diprediksi bakal tetap membayangi, sekalipun Iran bersedia tunduk pada semua klausul yang diminta Amerika.

Kritik tajam datang dari juru bicara Kemenlu Iran, Esmail Baqaei, yang menuduh Washington kerap menjadikan diplomasi sebagai tameng untuk menyembunyikan ambisi militernya. Ia menyatakan bahwa klaim AS dan Israel terkait perlindungan stabilitas energi dunia adalah kebohongan, karena kedua sekutu tersebut dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik di lapangan.

Lewat unggahan di platform X pada Senin (18/5/2026), Baqaei menulis, “Taktik sinis seperti ini sudah sangat terbaca: mereka memicu perang dan krisis, kemudian menaikkan tensinya sembari mengusung panji ‘menegakkan kedamaian’. Mereka menciptakan kerusakan lalu menyebutnya sebagai perdamaian.” Dirinya juga menegaskan bahwa dalih mengamankan pasar energi internasional hanyalah kebohongan besar berikutnya guna melegalkan ‘perang pilihan’ yang tidak sah. “Pada kenyataannya, tindakan provokasi perang yang ugal-ugalan oleh AS dan Israel-lah yang merusak stabilitas itu sendiri.”

Penolakan Donald Trump terhadap proposal damai 14 poin yang diajukan Iran memicu reaksi keras dari Teheran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, memberikan peringatan tegas bahwa penolakan AS atas proposal tersebut berisiko membebani para wajib pajak Amerika dengan konsekuensi yang sangat berat. Hubungan kedua negara sendiri kian meruncing pasca-serangan militer gabungan yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons atas agresi tersebut, Iran langsung menggelar operasi balasan yang sempat melumpuhkan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Meski sempat mereda setelah Pakistan berhasil memediasi kesepakatan gencatan senjata pada 8 April, dialog lanjutan antara kedua pihak masih menemui jalan buntu untuk mencapai perdamaian permanen. Walaupun masa gencatan senjata akhirnya diperpanjang, sebuah konsensus jangka panjang yang mengikat tetap belum berhasil disepakati.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %