JAKARTA – Sosok Calvin Dores mendadak kembali menjadi pusat perhatian publik menyusul unggahan bernada emosional di media sosial miliknya yang mendadak viral. Putra dari musisi legendaris almarhum Deddy Dores ini secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menjual organ matanya demi memperoleh modal usaha akibat tekanan finansial yang berat.
Keluh kesah tersebut dibagikan oleh Calvin lewat fitur Instagram Story di akun pribadinya. Melalui tulisan tersebut, ia menumpahkan rasa frustrasinya menghadapi situasi perekonomian yang diakuinya kian menjepit kehidupan sehari-hari.
“Jika memang ada pihak yang membutuhkan donor transplantasi mata, saya bersedia menjual mata bagian kanan atau kiri ini untuk dijadikan modal usaha,” demikian bunyi tulisan Calvin Dores yang dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Unggahan kontroversial tersebut sontak memicu kehebohan di tengah masyarakat. Tidak sedikit warganet yang berspekulasi dan mempertanyakan krisis apa yang sebenarnya sedang melanda Calvin hingga dirinya nekat melontarkan kalimat seekstrem itu di ruang publik.
Keadaan ternyata kian pelik lantaran Calvin mengaku saat ini sama sekali tidak mempunyai sumber penghasilan yang pasti. Ketidakjelasan nasib pekerjaannya diakui menjadi pemicu utama munculnya rasa putus asa yang mendalam.
“Lelah menghadapi situasi seperti ini. Benar-benar tidak ada pemasukan sepeser pun!” keluh Calvin Dores.
Musisi berusia 36 tahun tersebut bahkan sempat membeberkan kisaran nominal uang yang ia harapkan jika ada orang yang betul-betul berminat membeli organ matanya untuk keperluan transplantasi.
“Nominal Rp350 juta akan saya lepas dengan penuh keikhlasan,” ungkap musisi tersebut.
Tidak butuh waktu lama, unggahan kontroversial itu langsung menjadi viral di berbagai lini masa media sosial dan memantik perdebatan sengit di kalangan warganet. Di satu sisi, sejumlah netizen mengekspresikan rasa empati dan prihatin atas kemunduran finansial yang menjerat Calvin. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengkritik keras dan menilai bahwa pernyataan ekstrem semacam itu sangat tidak bijak serta berbahaya jika disebarkan di ruang publik.
Seakan telah memprediksi reaksi dari masyarakat, Calvin segera menyertakan peringatan tegas agar tidak ada satu pun pihak yang mencoba menceramahi dirinya.
“Disclaimer, saya tidak menerima nasihat dalam bentuk apa pun,” tambah Calvin Dores.
Usai memicu kegaduhan di dunia maya, postingan kontroversial terkait donor mata tersebut terpantau sudah lenyap dari fitur Instagram Story miliknya. Sebagai gantinya, Calvin tampak mengunggah sebuah klip video yang menampilkan lagu hasil karyanya sendiri yang bertajuk Trauma Cinta.
Kendati demikian, lewat pembaruan di status Story berikutnya, Calvin kembali memberikan penegasan bahwa niatnya melego organ penglihatan tersebut bukanlah sebuah gurauan semata.
“Kembali saya tegaskan di sini, rencana untuk menjual mata ini benar-benar serius. Silakan kirim pesan langsung (DM) jika memang ada yang sedang membutuhkan,” tutupnya.

Bukan Pertama Kali Curhat Soal Ekonomi
Keluh kesah mengenai krisis finansial sebenarnya bukan hal baru yang dilontarkan oleh Calvin Dores ke ruang publik. Sepeninggal sang ayah, ia tercatat sudah berulang kali membagikan kisah perjuangan hidupnya yang berliku dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum kehebohan ini terjadi, Calvin bahkan sempat membeberkan bahwa dirinya terpaksa melego celana pribadinya seharga Rp500 ribu demi menyambung hidup dan membeli makan sehari-hari. Ironisnya, pakaian tersebut dahulu ia beli dengan harga fantastis mencapai Rp6 juta.
Jauh sebelum isu ini mencuat, tepatnya pada Juli 2021, Calvin juga sempat menyita perhatian masyarakat luas lantaran berniat melelang gitar bersejarah peninggalan almarhum Deddy Dores dengan harga pembuka sebesar Rp24 juta.
Tak sampai di situ, saat gelombang pandemi COVID-19 melanda, ia pun tidak gengsi untuk beralih profesi menjadi pengemudi ojek online demi bisa bertahan hidup. Keputusan berani tersebut seketika memanen empati dan simpati dari publik, mengingat statusnya yang merupakan putra kandung dari salah satu maestro musik legendaris tanah air yang berjaya di era 1980-an hingga 1990-an.



