Rebeccakiriazes

Kumpulan berita internasional hari ini baik peristiwa kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, politik, dan liputan khusus

Iran & Hizbullah Disebut Jadi Pemenang dalam Gencatan Senjata Lebanon

0 0
Read Time:2 Minute, 49 Second

Tepat setelah tengah malam pada Kamis (16/4/2026), kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai diimplementasikan secara resmi. Langkah ini diambil menyusul pengumuman terkoordinasi dan eskalasi militer yang sempat memuncak beberapa jam sebelumnya. Pada pukul 00:02 waktu setempat, situasi mulai tenang, yang disambut dengan antusiasme warga di Beirut yang turun ke jalan. Sementara itu, di wilayah Lebanon selatan, arus kendaraan dilaporkan mulai memadati jalanan saat warga berusaha kembali ke daerah mereka pasca-pengumuman damai tersebut.

Eskalasi Puncak Sebelum Gencatan Senjata: Serangan Balasan di Lebanon dan Israel

Detik-detik menjelang pemberlakuan gencatan senjata ditandai dengan intensitas serangan yang meningkat tajam dari kedua belah pihak. Sejak pukul 23:18, wilayah Bekaa Barat, termasuk Sahmar dan Mashghara, menjadi sasaran serangan udara Israel. Rentetan serangan udara juga menghantam sejumlah kota seperti Ainqun, Jishit, hingga Kfar Rumman hanya beberapa menit sebelum tengah malam. Di sisi lain, faksi perlawanan di Lebanon membalas dengan melancarkan gelombang serangan roket secara berturut-turut yang menargetkan wilayah Palestina utara yang diduduki.

Hanya beberapa menit sebelum gencatan senjata berlaku, intensitas serangan meningkat secara signifikan. Pada pukul 23:30, pihak perlawanan mengumumkan peluncuran roket ke arah Nahariya, yang dibarengi dengan serangan terhadap konsentrasi personel dan armada militer Israel di sektor perbukitan Friz serta Ghadmatha, wilayah Aita al-Shaab. Memasuki pukul 23:50, gelombang serangan roket serentak kembali dilakukan dengan menyasar sejumlah titik strategis, termasuk permukiman Kfar Giladi, Tel Hai, Kiryat Shmona, Metula, hingga Misgav Am.

 

Ketegangan Memuncak Jelang Gencatan Senjata: Roket dan Drone Hantam Wilayah Utara

Hingga beberapa saat sebelum kesepakatan damai efektif, aktivitas peluncuran roket dilaporkan terus berlanjut. Berdasarkan laporan media Israel, serangan terakhir diarahkan ke Kiryat Shmona sesaat sebelum tengah malam, yang memicu bunyi sirene di Metula dan sekitarnya. Selain roket, koresponden Al Mayadeen mengonfirmasi adanya pergerakan drone menuju wilayah Palestina yang diduduki, yang menyebabkan peringatan bahaya aktif di sejumlah permukiman Galilea. Menanggapi hal ini, otoritas Israel telah menaikkan status kewaspadaan di utara guna mengantisipasi eskalasi serangan di menit-menit terakhir sebelum senjata diletakkan.

 

Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Serangan Roket Jelang Gencatan Senjata

Media Israel mengonfirmasi adanya sejumlah korban jiwa akibat gelombang serangan roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon di jam-jam terakhir. Berdasarkan data otoritas setempat, terdeteksi sekitar 15 proyektil yang mengarah ke wilayah Nahariya dan Karmiel. Rentetan ledakan keras dilaporkan terdengar di sekitar Nahariya, dengan konfirmasi adanya hantaman roket secara langsung yang mengenai area dalam kota, memicu kerusakan dan jatuhnya korban.

Kondisi darurat terjadi di Karmiel dan Nahariya sesaat sebelum tengah malam akibat hantaman roket. Di Karmiel, petugas medis segera menangani sejumlah korban luka di tengah laporan pemadaman listrik yang melanda beberapa titik. Berdasarkan data layanan darurat Israel pada pukul 23:14, tercatat enam orang terluka dengan satu di antaranya dalam kondisi serius. Namun, angka ini terus bertambah seiring berjalannya waktu; pada pukul 23:28, jumlah korban luka dilaporkan naik menjadi delapan orang, termasuk tiga pasien yang kini berada dalam kondisi kritis.

Setelah berkomunikasi langsung dengan pimpinan Israel dan Lebanon, Donald Trump memastikan bahwa gencatan senjata akan efektif berlaku mulai tengah malam. Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya kerja sama tim senior AS yang melibatkan Marco Rubio dan JD Vance untuk merealisasikan visi perdamaian abadi. Kesepakatan yang berdurasi sepuluh hari ini merupakan hasil dari koordinasi terpadu antara Trump, PM Netanyahu, dan Presiden Joseph Aoun guna mengakhiri eskalasi bersenjata di wilayah tersebut.

 

Baca Juga : Iran Umumkan Pembukaan Penuh Selat Hormuz Selama Masa Gencatan Senjata

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %